BALIKPAPAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menggelar Sosialisasi Anti Korupsi sebagai upaya memperkuat budaya kerja bersih, transparan, dan berintegritas di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi serta pelayanan publik yang profesional.
Sosialisasi berlangsung di Ruang Jahe DLH Balikpapan, Senin (1/12/2025), dengan menghadirkan Auditor sekaligus Penyuluh Anti Korupsi Inspektorat Kota Balikpapan, Retno Indrawati, sebagai narasumber utama. Para ASN dari berbagai bidang di DLH turut hadir dan mengikuti kegiatan secara aktif.
Dalam pemaparannya, Retno menegaskan bahwa integritas merupakan pondasi utama birokrasi yang kredibel. Menurutnya, praktik korupsi tidak selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi sering kali berawal dari hal-hal kecil yang dianggap lumrah, seperti gratifikasi, pemberian fasilitas, hingga penyalahgunaan kewenangan dalam proses pelayanan.
“Integritas ASN diuji bukan hanya dalam keputusan besar, tetapi dalam kebiasaan sehari-hari. Menghindari gratifikasi, menjaga transparansi, serta memastikan pelayanan publik bebas intervensi adalah komitmen penting yang harus dijaga,” tegasnya.
Materi sosialisasi membahas berbagai potensi celah korupsi dalam pelayanan publik, bentuk-bentuk pelanggaran yang kerap terjadi, hingga cara mengenali risiko penyimpangan sejak dini. Retno juga mendorong ASN untuk lebih peka terhadap situasi rawan pelanggaran dan memiliki keberanian melapor jika menemukan indikasi tindakan tidak etis.
Selain itu, kegiatan ini turut menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang akuntabel. Kepala DLH Balikpapan menyampaikan bahwa program anti korupsi akan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai dasar ASN.
“Lingkungan yang bersih harus dimulai dari sistem kerja yang bersih. ASN harus menjadi teladan dalam menjaga integritas dan mencegah praktik korupsi,” ujarnya.
Sosialisasi ditutup dengan pesan moral tentang pentingnya kejujuran sebagai pedoman kerja ASN.
“Integritas adalah cahaya kecil yang mampu menerangi ruang seluas apa pun. Ketika setiap ASN menjaga cahayanya, maka pelayanan publik akan bersinar lebih terang,” ucap Retno saat mengakhiri sesi.
DLH Balikpapan berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen internal organisasi dalam bekerja secara jujur, profesional, serta bertanggung jawab demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan layanan publik yang sepenuhnya bebas dari praktik korupsi. (*)






