BALIKPAPAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong penggunaan energi ramah lingkungan serta pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai langkah strategis mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kelestarian lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, mengatakan bahwa pembangunan kota yang asri tidak hanya berkaitan dengan penataan ruang maupun estetika. Lebih dari itu, aspek lingkungan harus menjadi prioritas utama agar pembangunan tidak berdampak buruk dalam jangka panjang.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan energi terbarukan, seperti penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya. Menurutnya, penggunaan solar cell merupakan solusi efektif karena tidak lagi bergantung pada energi fosil dan lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan PJU berbasis tenaga surya adalah bentuk nyata pemanfaatan energi berkelanjutan. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Selain energi bersih, Wahyullah juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih efektif dan terintegrasi. Ia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah mendorong pemerintah daerah untuk tidak lagi bergantung pada pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) baru.
Kebijakan tersebut mengarahkan daerah agar fokus pada pengelolaan sampah dari hulu atau dari sumbernya. Dengan cara ini, volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Pengelolaan sampah dari hulu menjadi kunci agar persoalan sampah bisa ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan menciptakan kota yang ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kesadaran kolektif warga akan sangat menentukan keberhasilan program lingkungan. “Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.






