BALIKPAPAN— Siska dari Fraksi NasDem DPRD Kota Balikpapan menyoroti persoalan kemacetan yang semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama di jam sibuk pagi dan sore. Dalam sesi pandangan umum pada Rapat Paripurna APBD 2026, NasDem mengingatkan bahwa kemacetan bukan lagi masalah lalu lintas semata, melainkan persoalan pelayanan publik yang menuntut intervensi serius.
Menurut pantauan fraksi, titik kemacetan semakin meluas pada kawasan pusat kota, ruas penghubung antar-kecamatan, hingga akses menuju kawasan ekonomi vital. Dengan latar kondisi tersebut, NasDem meminta Pemerintah Kota Balikpapan segera mengambil langkah strategis berupa rekayasa lalu lintas dan pembukaan jalan alternatif baru.
“Kalau dibiarkan, produktivitas ekonomi masyarakat akan menurun. Warga kehilangan waktu, biaya meningkat, dan kualitas hidup ikut terdampak,” ungkap Siska dari Fraksi Partai NasDem. Kamis (20/11/2025) di Hotel Grand Senyiur.
Dalam pandangan umum tersebut, fraksi turut menganalisis bahwa permasalahan kemacetan terkait pula dengan struktur belanja daerah. Dengan adanya pemotongan dana transfer pusat, pemerintah harus mengalokasikan belanja modal secara cermat. Fraksi menilai bahwa infrastruktur transportasi dasar harus tetap masuk dalam kategori belanja prioritas meski anggaran sedang menurun.
Selain masalah lalu lintas, NasDem juga menyoroti perlunya upaya penguatan PAD, terutama dari sektor pajak dan retribusi yang dikelola secara inovatif. Namun NasDem mengingatkan agar kebijakan pajak tidak membebani masyarakat. Kinerja BUMD juga perlu ditingkatkan untuk memperkuat sisi pendapatan non-pajak.
Dalam catatannya, Fraksi NasDem menyebut bahwa hambatan anggaran tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Pemerintah tetap dituntut merancang kebijakan taktis yang effisien namun tetap berdampak langsung pada masyarakat. “Kemacetan adalah problem nyata yang dirasakan setiap hari. Maka solusinya tidak boleh ditunda,” tutupnya.
Kemacetan Memburuk, NasDem Desak Pemerintah Balikpapan Susun Rekayasa Lalu Lintas Baru






