BALIKPAPAN-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, dalam mempertahankan predikat Balikpapan sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.
Ajakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam rapat koordinasi kepala daerah se-Indonesia. Presiden menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan menarik, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi wisatawan yang berkunjung.
“Indonesia harus tampil menarik, salah satunya melalui lingkungan yang bersih dan tertata. Ini menjadi arahan Presiden kepada kita semua, termasuk menjaga kebersihan di kawasan destinasi wisata, pantai, fasilitas umum dan fasilitas sosial,” ujar Muhammad Taqwa, saat ditemui pada Rabu (11/2/2026).
Ketua DPC Partai Gerindra Balikpapan menegaskan, gerakan menjaga kebersihan tidak harus dimulai dari hal besar. Gotong royong membersihkan lingkungan sekitar dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
Menurutnya, Partai Gerindra juga konsisten menjalankan arahan tersebut melalui berbagai kegiatan sosial dan bakti lingkungan.
“Minimal dari lingkungan kita masing-masing. Gotong royong, bakti sosial, membersihkan fasilitas umum dan ruang publik. Ini bentuk aksi nyata yang bisa dilakukan semua pihak,” katanya.
Senada dengan arahan Presiden, Taqwa juga mengutip pernyataan Menteri Lingkungan Hidup yang menekankan bahwa fasilitas publik harus dijaga agar tetap bersih, asri, dan nyaman. Lingkungan yang tertata diyakini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pasar dan pusat ekonomi.
“Kalau lingkungan bersih, pengunjung merasa nyaman, ibu-ibu yang ke pasar juga nyaman. Pada akhirnya aktivitas usaha, jual beli, dan pekerjaan masyarakat menjadi lebih lancar,” jelasnya.
Sebagai kota yang identik dengan predikat Adipura, Taqwa menilai Balikpapan memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan reputasi tersebut.
Menurutnya, tanpa instruksi pun, menjaga kebersihan seharusnya sudah menjadi kewajiban bersama seluruh warga.
“Balikpapan ini identik dengan Adipura. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak pelaku usaha, salah satunya di kawasan pasar, untuk lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga area usaha tetap bersih.
“Mari kita bantu pemerintah dari lingkungan kita sendiri. Tidak ada lagi tawar-menawar soal kebersihan. Ini harus dilakukan bersama,” pungkasnya.
Adanya semangat gotong royong, DPRD optimistis masyarakat Balikpapan mampu menjaga keindahan, kebersihan, dan ketertiban kota, sekaligus mempertahankan predikat Adipura sebagai kebanggaan bersama.(*)






