Pecat Ruben Amorim, Sodrak Fans MU Asal Balikpapan Ungkap Kekecewaan

BALIKPAPAN – Pemecatan Ruben Amorim dari jabatan pelatih Manchester United di pertengahan musim memicu gelombang kekecewaan di kalangan penggemar Setan Merah. Salah satu reaksi keras datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, melalui Sodrak, penggemar Manchester United sekaligus content creator dengan 129 ribu pengikut di Instagram.

Melalui akun Instagram @sodrk.ko, Sodrak secara terbuka mengkritik keputusan manajemen Manchester United yang dinilainya tidak masuk akal dan terlalu tergesa-gesa. Ia menyoroti fakta bahwa Amorim datang di tengah musim, namun justru dipecat pada fase yang sama.

“Datang di pertengahan musim, diusir juga di pertengahan musim. Lucu nggak? Kurang lucu apa klub ini sumpah,” tulis Sodrak.

Sodrak mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Menurutnya, Amorim justru menunjukkan progres positif, terutama dalam kondisi skuad yang jauh dari ideal akibat badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci.

“Siapa yang nggak kaget Ruben Amorim dipecat? Skema permainan lagi bagus-bagusnya. Dengan kondisi pemain yang nggak jelas dan badai cedera, bahkan saat kapten Bruno Fernandes cedera, tim masih bisa bertahan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung hasil imbang Manchester United saat menghadapi Leeds United dalam laga Derby Roses. Meski hasil tersebut dinilai belum maksimal, Sodrak menyebut hasil imbang sebagai sesuatu yang wajar mengingat panasnya rivalitas kedua tim.

“Terakhir lawan Leeds United di Derby Roses, kita bisa imbang. Memang kurang memuaskan, tapi itu derby. Intensitasnya tinggi, draw itu wajar,” kata Sodrak.

Lebih lanjut, ia menilai Amorim memiliki kualitas lengkap sebagai pelatih. Sodrak menyoroti kemampuan Amorim dalam membaca permainan, mengubah strategi di tengah laga, serta meningkatkan performa individu pemain.

“Amorim itu pelatih lengkap. Dia pintar, cerdas, punya pendirian, dan paham jalannya pertandingan. Dia bisa mengubah permainan di tengah laga. Siapa yang nyangka Senne Lamens bisa tampil hebat di bawah mistar? Mbeumo bisa main bagus? Semua karena Amorim,” tegasnya.

Sodrak menilai persoalan utama Manchester United bukan terletak pada pelatih, melainkan pada struktur manajemen dan kepemilikan klub yang hingga kini masih berada di tangan keluarga Glazer. Ia menegaskan bahwa pergantian pelatih berulang kali tidak akan membawa perubahan signifikan tanpa perombakan menyeluruh di tubuh klub.

“Ini bukan masalah pelatih. Seribu kali ganti pelatih nggak akan ngaruh kalau manajemen dan kepemilikan masih dipegang keluarga Glazer. Ubah dulu sistem di tubuh MU, baru bisa dievaluasi,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan Amorim yang dinilai tidak diberi ruang dan waktu untuk membangun tim sesuai visinya sendiri.

“Amorim seperti dibungkam. Dia nggak dikasih kesempatan untuk menyusun skuadnya. Kenapa nggak diberi waktu dulu? Ini terlalu singkat untuk seorang pelatih mengembangkan klub,” tambah Sodrak.

Menurut Sodrak, jika Manchester United ingin kembali ke jalur kejayaan, klub harus berani melakukan revolusi manajemen, bukan sekadar menjadikan pelatih sebagai kambing hitam.

“Kalau mau kembali baik, klub ini harus revolusi manajemen, bukan gonta-ganti pelatih,” pungkasnya.

Reaksi Sodrak mencerminkan kekecewaan mendalam sebagian penggemar Manchester United di Indonesia yang menilai pemecatan Ruben Amorim bukan solusi atas masalah mendasar yang terus membelit klub raksasa Inggris tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *