Pemkot Balikpapan Minta Perangkat Daerah Lebih Teliti Susun RKA 2026

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan pentingnya peningkatan ketelitian dan kompetensi perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026. Pesan ini disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Balikpapan, Andi Sri Juliarty, saat membuka Sosialisasi Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 di Hotel Grand Tjokro, Jumat (21/11/2025).

Dalam arahannya, Andi menyoroti dinamika transfer keuangan dari pemerintah pusat yang mengalami penyesuaian. Kondisi tersebut menuntut perangkat daerah untuk lebih cermat dalam merancang struktur anggaran agar tetap efektif dan selaras dengan kebutuhan pembangunan.

“Ini lebih kepada pemotongan dan penyesuaian anggaran, sehingga harus kita respons dengan cermat,” tegasnya. Menurutnya, anggaran yang semakin terbatas tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang tidak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Andi meminta seluruh perangkat daerah menajamkan perencanaan, fokus pada program prioritas, serta memastikan setiap rupiah anggaran memberikan nilai tambah bagi prioritas nasional, Provinsi Kalimantan Timur, dan pembangunan Kota Balikpapan.

“Kita harus benar-benar memilah dan memilih kegiatan yang memberikan dampak signifikan. Jangan sampai anggaran yang terbatas justru diarahkan pada program yang tidak memberi hasil nyata,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterpaduan mulai dari proses perencanaan hingga tahapan penandaan atau tagging dalam SIPD. Disiplin dalam penyusunan dokumen menjadi kunci agar RKA tidak lagi mengalami keterlambatan sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya.

“Pastikan RKA selesai tepat waktu. Jangan molor lagi. Kita ingin saat asistensi nanti tidak banyak perbaikan. Semua harus memenuhi prinsip value for money dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara menuntut tata kelola anggaran yang responsif, adaptif, dan berkualitas. Hal ini hanya dapat dicapai melalui sinergi antara TAPD, Bappeda, dan seluruh perangkat daerah.

“Kegiatan hari ini adalah momentum untuk memperkuat keselarasan perencanaan dan penganggaran. Kita ingin semuanya lebih tepat sasaran, lebih fokus, dan lebih memberi manfaat bagi warga Balikpapan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *