Peringati Hari Guru Nasional, Komisi IV Soroti Kekurangan Tenaga Pendidik di Balikpapan

BALIKPAPAN – Momentum peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi ajang evaluasi penting bagi dunia pendidikan di Balikpapan. Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, melalui ketuanya Gasali, menegaskan bahwa peringatan tahunan ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi pengingat bahwa kondisi tenaga pendidik di daerah masih menghadapi banyak tantangan. Hal ini disampaikan Gasali saat ditemui di lantai 2 Kantor DPRD Balikpapan, Selasa (25/11/2025) pukul 12.23 Wita, usai mengikuti rangkaian agenda resmi Hari Guru Nasional.

Gasali menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peringatan tersebut dengan penuh khidmat. Ia menuturkan bahwa Hari Guru Nasional adalah momen mendalam untuk mengakui peran guru sebagai pilar utama kemajuan pendidikan. “Alhamdulillah, hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80. Ini saat yang tepat untuk memberikan penghormatan atas pengabdian para pendidik kita,” ujar Gasali.

Ia menekankan bahwa di balik dedikasi yang diberikan, masih banyak guru yang belum mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang sepadan. Melalui PGRI, sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari persoalan tunjangan, pemenuhan hak-hak profesi, hingga persoalan kesejahteraan yang belum merata di berbagai satuan pendidikan. Komisi IV, kata Gasali, akan terus mendorong agar aspirasi tersebut mendapat respons dari pemerintah pusat. “Guru harus diberi ruang lebih luas untuk mendapatkan kesejahteraan yang pantas. Mereka adalah pahlawan pendidikan yang membentuk karakter generasi penerus,” tegasnya.

Di samping isu kesejahteraan, Gasali juga menyoroti permasalahan serius yang tengah dihadapi Balikpapan, yakni kekurangan tenaga pendidik. Sejumlah sekolah, terutama tingkat SD dan SMP, masih belum terpenuhi kebutuhan jumlah guru sesuai beban belajar ideal. Kekurangan guru itu berdampak langsung pada proses pembelajaran, mulai dari meningkatnya rasio murid per kelas, terganggunya distribusi mata pelajaran, hingga meningkatnya beban kerja guru yang ada.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gasali mendesak pemerintah pusat agar membuka kembali formasi penerimaan guru ASN secara lebih luas, khususnya bagi daerah dengan kebutuhan mendesak seperti Balikpapan. “Kami berharap melalui momen Hari Guru Nasional ini, pemerintah pusat membuka formasi guru ASN. Sekolah-sekolah kita masih membutuhkan. Ini penting demi keberlangsungan pendidikan 12 tahun yang wajib kita jaga,” jelasnya.

Gasali menegaskan bahwa perjuangan menyejahterakan guru dan memenuhi kekurangan tenaga pendidik bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga bagian dari komitmen nasional dalam membangun kualitas pendidikan. Ia berharap perhatian terhadap guru terus ditingkatkan, baik dari sisi kesejahteraan maupun ketersediaan tenaga pendidik, agar kualitas pendidikan di Balikpapan dapat berkembang semakin baik dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *