Siska dari Fraksi NasDem Sampaikan Belasungkawa Atas Korban Tenggelam di Kawasan Grand City

BALIKPAPAN — Sidang Paripurna DPRD Kota Balikpapan yang digelar pada Kamis (20/11/2025) di Hotel Grand Senyiur berlangsung dengan nuansa berbeda. Di tengah agenda penting mengenai pandangan umum Fraksi terhadap perubahan nota penjelasan APBD 2026, Fraksi NasDem mengawalinya dengan menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya sejumlah warga di kawasan Perumahan Grand City.

Perwakilan Fraksi NasDem, Siska, menyampaikan bahwa kejadian memilukan tersebut menyisakan luka yang tidak hanya dirasakan keluarga korban, tetapi juga seluruh masyarakat Balikpapan. Dalam suasana yang penuh keharuan, ia mengajak seluruh peserta sidang untuk menundukkan kepala sejenak sebagai bentuk empati dan solidaritas. Hadirin terdiri dari jajaran pemerintah kota, Ketua KPUD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan pers yang turut memberikan penghormatan.

“Bulan ini memberikan banyak pelajaran bagi kita. Ada saudara-saudara kita yang tengah berduka. Maka kami memulai pandangan umum dengan doa dan empati,” ujar Siska mewakili Fraksi NasDem.

Setelah sesi penghormatan tersebut, barulah Fraksi NasDem menyampaikan pandangan umum terkait perubahan APBD 2026. Mereka menyoroti penurunan pendapatan daerah akibat kebijakan pemotongan transfer pemerintah pusat yang berpotensi menekan kapasitas fiskal daerah. Fraksi NasDem menilai bahwa kondisi ini membutuhkan langkah kebijakan yang tidak semata teknis, namun benar-benar berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak secara ekonomi.

NasDem menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus menjadi prioritas utama. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, risiko kerentanan sosial dapat meningkat dan harus diantisipasi melalui perencanaan anggaran yang responsif. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya perluasan akses lapangan kerja, terutama bagi buruh harian, pekerja informal, dan generasi muda.

Tidak hanya itu, Fraksi NasDem turut menyoroti peran UMKM dan pelaku ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Balikpapan. Mereka meminta agar pemerintah tidak membiarkan sektor ini berjalan sendiri, terutama di tengah pengetatan anggaran. “Merekalah fondasi ekonomi kota. Dalam situasi seperti ini, justru mereka harus mendapat dukungan,” tegas Siska.

Fraksi NasDem menutup pandangannya dengan menekankan bahwa APBD bukan hanya sekumpulan angka, tetapi instrumen yang menentukan kualitas hidup masyarakat Balikpapan. “Setiap penyesuaian anggaran harus mempertimbangkan mereka yang paling terdampak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *