BALIKPAPAN-Komisi II DPRD Kota Balikpapan mulai bergerak mengantisipasi potensi kelangkaan bahan pokok dan energi menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Fokus pengawasan tidak hanya pada sembako, tetapi juga distribusi BBM dan elpiji yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Subari, menegaskan pihaknya telah mengagendakan Rapat Dengar apendapat (RDP) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan para agen untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.
“Kita sudah agendakan RDP dengan Patra Niaga dan agen, untuk memastikan jangan sampai di bulan Ramadan terjadi kelangkaan BBM, khususnya elpiji gas,” ujar Subari, di Ruang Komisi II, Rabu (11/2/2026).
Legislatif Partai Golkar menjelaskan, pertemuan tersebut semula dijadwalkan usai upacara Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan. Namun, Patra Niaga meminta penjadwalan ulang karena perwakilan sedang berada di luar kota. Meski demikian, Komisi II menegaskan RDP harus tetap terlaksana sebelum Ramadan.
“Kita pastikan harus ada pertemuan sebelum Ramadan, karena ini penting. Sudah banyak keluhan masyarakat soal kelangkaan BBM dan elpiji, termasuk harga yang dijual tidak sesuai HET,” tegasnya.
Subari menyoroti dugaan adanya oknum yang menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta kemungkinan distribusi yang tidak lancar dari agen ke pangkalan hingga ke masyarakat. Hal inilah yang ingin dipastikan agar tidak terjadi lonjakan harga maupun kelangkaan saat kebutuhan meningkat.
Menurutnya, pengawasan sebenarnya tidak hanya dilakukan pada momen hari besar keagamaan, melainkan harus menjadi perhatian setiap hari agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
“Kebutuhan pangan dan energi saat Ramadan sangat tinggi. Kami ingin memastikan distribusi dari Patra Niaga ke agen, lalu ke pangkalan, berjalan lancar. Tidak boleh ada penimbunan dan harus sampai ke masyarakat dengan harga sesuai HET,” ujar Anggota DPRD Balikpapan Daerah Pemilihan Balikpapan Timur.
Selain BBM dan elpiji, Komisi II juga menaruh perhatian pada harga dan ketersediaan sembako. DPRD akan memastikan tidak ada barang kedaluwarsa beredar serta stok tetap aman hingga Idulfitri.
Sebagai bentuk keseriusan, Komisi II berencana melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek langsung kondisi distribusi dan harga di tingkat agen maupun pasar.
“Tidak boleh ada kelangkaan, tidak boleh ada yang menaikkan harga seenaknya, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ini semangat Komisi II untuk melindungi masyarakat,” kata Subari.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi warga Balikpapan dalam menyambut Ramadan, tanpa dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.(*)






